PIAGAM AUDIT INTERN

PENGANTAR

Dalam rangka menjaga agar kegiatan usaha berjalan sesuai visi dan misi Perseroan, serta memberikan landasan dan pedoman bagi Audit Intern yang merupakan bagian dari Sistem Pengendalian Intern, maka perlu ditetapkan Piagam Audit Intern. Piagam Audit Intern disusun berdasarkan Peraturan Bank Indonesia mengenai penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank (SPFAIB) dan peraturan terkait lainnya.

VISI

Menjadi SKAI yang berperan sebagai mitra kerja strategis yang independen, obyektif dan professional dalam mencapai tujuan perusahaan.

MISI

  1. Meningkatkan nilai tambah Perseroan melalui pemberian Jasa Audit (Jasa Assurance) dan Jasa Konsultasi.
  2. Mengevaluasi efektifitas internal control, risk management, dan governance proses melalui penerapan Risk Based Audit.
  3. Mengembangkan kompetensi auditor intern dan pemanfaatan teknologi informasi.
  4. Meningkatkan sinergi fungsi internal audit dan eksternal audit.

FUNGSI

Sebagai bagian dari Struktur Pengendalian Intern Bank, adalah membantu Dewan Komisaris dan Direktur Utama dalam mencapai tujuan Perseroan melalui penilaian yang independen atas pengelolaan risiko, pengendalaian dan proses tata kelola yang dilaksanakan oleh Perseroan.

KEDUDUKAN SKAI

  1. SKAI berada langsung di bawah Direktur Utama
  2. SKAI dipimpin oleh seorang Kepala
  3. Kepala SKAI diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama dengan persetujuan dari Dewan Komisaris dan dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  4. Kepala SKAI bertanggungjawab kepada Direktur Utama, dan dapat berkomunikasi dengan Dewan Komisaris.
  5. Kepala SKAI dibantu oleh Auditor Intern yang jumlahnya disesuaikan dengan besaran dan kompleksitas Perseroan.

RUANG LINGKUP PEKERJAAN

Ruang lingkup SKAI mencakup audit dan penilaian terhadap sistem manajemen risiko, efektivitas pengendalian intern dan penerapan tata kelola pada setiap aktivitas/produk/jasa dari seluruh entitas usaha Perseroan dan Anak Perusahaan, serta dapat juga mencakup Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dalam Konglomerasi Keuangan dan entitas lainya berdasarkan permintaan tertulis.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SKAI

  1. Menyusun dan melaksanakan Rencana Kerja dan Anggaran SKAI baik audit rutin dan audit umum tahunan.
  2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan manajemen risiko, pengendalian intern dan taa kelola sesuai kebijakan Perseroan
  3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi dan kegiatan lainnya
  4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat menajemen. Pelaksanaan tindaklanjut hasil pemeriksaan menjadi tanggungjawab auditee.
  5. Memantau, menganalisis dan melaporkan hasil pelaksanaan tindaklanjut kepada Direktur Utama dan Komisaris Utama.
  6. Melakukan koordinasi terkait aktivitas audit dengan Komite Audit.
  7. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang dilakukan.
  8. Melakukan investigasi dan/atau penugasan khusus apabila diperlukan.
  9. Memberikan jasa konsultasi terhadap kegiatan yang sebelumnya pernah menjadi tanggungjawabnya sepanjang tidak mengganggu indepensi dan obyektivitas auditor.
  10. Menerapkan kecermatan profesional dalam melaksanakan penugasan konsultasi.

WEWENANG SKAI

  1. Mengusulkan perubahan Piagam Audit Internal sesuai perkembangan lingkungan yang terkait dengan audit intern kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris.
  2. Mengakses semua catatan, personil, property fisik, data dan laporan transaksi keuangan, sistem dan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas audit serta berhubungan langsung dengan karyawan atau sumber-sumber lainnya yang berkepentingan
  3. Melakukan komunikasi secara langsung dengan Direktur Utama, Dewan Komisaris dan/atau Komite Audit serta anggota dari Direksi
  4. Mengakses informasi produk dan aktivitas baru untuk memastikan semua risiko telah teridentifikasi dengan baik.
  5. Mengalokasikan sumber daya auditor SKAI
  6. Mengusulkan mutasi, mengikuti Pendidikan dan pelatihan serta program sertifikasi profesi bagi auditor SKAI
  7. Menggunakan tenaga spesialis dari luar Perseroan jika diperlukan.
  8. Melakukan rapat secara berkala dan insidentil dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite Audit.
  9. Melakukan koordinasi dan berbagi informasi dengan seluruh penyedia jasa assurance dan consulting baik intern maupun ekstern yang terkait dengan pelaksanaan tugas dalam rangka mencegah duplikasi aktivitas audit.

KODE ETIK SKAI

  1. Independen, auditor intern memiliki independensi dalam melakukan aktivitas internal audit, mengemukakan pandangan serta pemikirannya sesuai dengan profesinya dan standar yang berlaku.
  2. Integritas, auditor intern harus melaksanakan pekerjaanya secara jujur, hati-hati dan bertanggung jawab.
  3. Objektivitas, auditor intern menunjukan objektivitas professional pada level tertinggi dalam memperoleh, mengevaluasi dan mengkomunikasikan informasi tentang aktivitas atau proses yang diuji. Auditor intern tidak boleh berpartisipasi dalam kegiatan atau hubungan apapun yang dapat, atau patut diduga dapat, meghalangi penilaian intern yang adil.
  4. Kerahasiaan, auditor intern menghormati nilai dan kepemilikan informasi yang diterimanya dan tidak mengungkap informasi tersebut tanpa kewenangan yang sah, kecuali diharuskan oleh hokum atau profesi.
  5. Kompetensi, auditor intern menerapkan pengetahuan, kecakapan dan pengalaman yang diperlukan dalam memberikan jasa audit intern.

PERTANGGUNGJAWABAN FUNGSI AUDIT INTERN

Kepala SKAI melaporkan secara periodik tujuan, kewenangan, tanggung jawab, dan kinerja aktivitas SKAI terhadap rencananya dan kesesuaianya dengan kode etik dan standar yang berlaku. Laporan tersebut mencakup:

  • Keseuaian pelaksanaan aktivitas SKAI dengan piagam audit.
  • Risiko signifikan.
  • Permasalahan tentang pengendalian.
  • Risiko terjadi kecurangan.
  • Masalah tata kelola.
  • Independensi SKAI.
  • Rencana audit dan realisasi.
  • Tindak lanjut hasil pemeriksaan SKAI.
  • Kebutuhan sumber daya.
  • Hal lain yang memerlukan perhatian Direktur Utama dan Dewan Komisaris.