Kuartal I/2017, Bank Bukopin Jaga Trend Pertumbuhan Jangka Panjang

<!-- Logo -->

<!-- Headline Box -->
  • Aset Bank Bukopin mencapai Rp111,4 triliun, tumbuh 11,54% secara year-on-year.
  • Laba sebelum pajak per 31 Maret 2017 sebesar Rp362 miliar dan laba sesudah pajak mencapai Rp291 miliar.
  • Dana Pihak Ketiga meningkat 15,37% dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi Rp93,8 triliun.
  • Kredit yang diberikan mencapai Rp72,3 triliun, tumbuh 7,64% secara year-on-year.

JAKARTA, 4 Mei 2017 – Bank Bukopin berhasil menjaga trend pertumbuhan jangka panjang sampai dengan kuartal pertama tahun 2017. Per 31 Maret 2017, total asset Perseroan mencapai Rp111,4 triliun, tumbuh 11,54% dibandingkan dengan posisi pada Maret 2016.

Direktur Keuangan dan Perencanaan PT Bank Bukopin Tbk Eko Rachmansyah Gindo menjelaskan pada tahun 2017 Perseroan tetap konsisten menjalankan strategi tumbuh berkelanjutan di tengah situasi makroekonomi yang masih belum stabil.

Pertumbuhan aset Perseroan pada triwulan pertama tahun 2017 didukung oleh pertumbuhan baik pada sisi kredit maupun dana pihak ketiga.

“Pada kuartal pertama tahun ini, Bank Bukopin berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp72,3 triliun, tumbuh 7,64% dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya,” ujarnya hari ini.

Pertumbuhan kredit tersebut disumbangkan oleh peningkatan kinerja pada sektor ritel yang terdiri dari Mikro, UKM, dan Konsumer. Hingga Maret 2017 dari total kredit ritel yang disalurkan Perseroan berasal dari segmen Mikro sebesar 14,68%, segmen UKM sebesar 41,72%, dan segmen konsumer sebesar 10,56%.

Pada periode yang sama, penyaluran kredit Komersial Bank Bukopin adalah sebesar 33,03%.

Sampai dengan kuartal pertama tahun 2017, Perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp291 miliar, tumbuh 5,62% dibandingkan dengan pencapaian pada periode sebelumnya,” ujarnya.

Pertumbuhan bisnis Perseroan didukung oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menempatkan dananya di Bank Bukopin. Hingga 31 Maret 2017, Perseroan berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga sebesar Rp93,8 triliun, tumbuh 15,37% secara year-on-year.

Pertumbuhan DPK hingga Maret 2017 didorong oleh kenaikan deposito sebesar 17,55% menjadi Rp66,3 triliun dan CASA sebesar 10,45% menjadi Rp27,5 triliun.

Sementara pendapatan operasional lainnya (fee based income) Perseroan pada periode yang sama tumbuh 7,29% menjadi Rp346 miliar. Dari sisi kualitas kredit, posisi NPL Net berada di kisaran 3,05%.

-Selesai-


Sekilas mengenai BankBukopin

Bank Bukopin berdiri pada 10 Juli 1970. Sejalan dengan waktu, Bank Bukopin terus tumbuh dan berkembang hingga masuk ke dalam kelompok bank menengah di Indonesia. Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen Mikro, UKM, dan Konsumer serta didukung oleh segmen Komersial.

Per 31 Maret 2016, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan Publik (40,48%).

Hingga periode tersebut Bank Bukopin beroperasi di 23 provinsi, memiliki 43 kantor cabang, 171 kantor cabang pembantu, 122 kantor kas, 74 kantor fungsional (layanan mikro), 23 payment point, serta 8 layanan pickup service.

Seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online. Untuk mendukung layanan kepada nasabah, Bank Bukopin juga mengoperasikan 876 ATM. Kartu ATM Bukopin terkoneksi dengan seluruh jaringan Prima, ATM Bersama dan Plus di seluruh Tanah Air.

Sesuai dengan moto ‘Memahami dan Memberi Solusi’, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Tantri Wulandari
Sekretaris Perusahaan
PT Bank Bukopin Tbk
corsec@bukopin.co.id | investor.relations@bukopin.co.id
Telp. + 6221-7988266 ext. 1107
Hp. + 62816934964