Bank Bukopin Bukukan Pertumbuhan Laba 20%

Jakarta, 26 Juli 2012 - "PT Bank Bukopin Tbk (Kode emiten BEI: BBKP) bank menengah terkemuka yang fokus pada pengembangan UKM pada Semester I-2012 berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 20,3% menjadi Rp 402 miliar dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 334 miliar

Sedangkan Laba Sebelum Pajak Bukopin tumbuh 21% menjadi Rp 518 miliar pada Semester I-2012 dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya Rp 429 miliar. Peningkatan laba membuat tingkat imbal hasil meningkat. ROE naik jadi 19,04% dari 18,31%, sementara ROA naik jadi 1,84% dari 1,74%.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang solid sepanjang semester I-2012 sebesar 44,3% atau mencapai Rp 46,03 triliun dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 31,9 triliun.

Pertumbuhan kredit didukung oleh penyaluran kredit segmen UKM yang memberikan kontribusi terbesar dengan Rp 24.246 miliar atau setara 52.68% dari total kredit sebesar Rp 46,03 triliun. Kontribusi kredit terbesar kedua disumbangkan oleh segmen Komersil sebesar Rp 14,621 miliar atau 31,77%, selanjutnya segmen Konsumer sebesar Rp 4.382 miliar dan segmen mikro sebesar Rp 2.800 miliar dibandingkan akhir tahun 2012.

Sepanjang semester I-2012, pertumbuhan kredit tertinggi dibukukan oleh pertumbuhan kredit segmen MIkro dengan tumbuh 20,39%, kemudian kredit segmen konsumer tumbuh 18,11% dan kredit segmen UKM sebesar 15,40%.

“Paska penerbitan obligasi, kami berhasil meningkatkan pertumbuhan kredit pada semester I-2012 dan tetap menjaga rasio CAR di kisaran 16,26%. Artinya kami tetap mengaselerasi pertumbuhan namun tetap prudent dengan menjaga rasio kesehatan di kisaran aman.” Jelas Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi.

Selanjutnya ditambahkan, “Untuk kredit UKM dan mikro, kami juga telah menjalin kerjasama dengan mitra strategis seperti Jamsostek, Taspen, PLN, dan beberapa institusi lain. Sehingga Bukopin selain meningkatkan pelayanan dengan mitra-mitra tersebut, juga mendapat keuntungan lain berupa basis nasabah baik untuk lending maupun funding.”

Pertumbuhan kredit selain ditopang oleh kesediaan dana hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan I pada Maret 2012 senilai Rp 1,5 triliun juga ditopang dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang tumbuh menjadi Rp 47,93 triliun. Kontribusi terbesar didapat dari Deposito sebesar Rp 27,20 triliun atau 56,75%, kemudian tabungan (“Current Account”) sebesar Rp 10,46 triliun atau 21,83% dan giro sebesar Rp 10,27 triliun atau setara 21,42% atas total DPK.

Kinerja diatas membuat Pendapatan Bunga Bersih Perseroan tumbuh 15,43% menjadi Rp 1,13 triliun dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 0,9 triliun. Kemampuan memperoleh laba juga didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Non Bunga sebesar 16% pada semester I-2012 menjadi Rp 332 miliar dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 286 miliar.

“Strategi pertumbuhan kami tidak berhenti pada inovasi, intensifikasi dan diversifikasi produk serta layanan perbankan Bukopin. Pertumbuhan tersebut juga ditopang keberhasilan Manajemen untuk melakukan efisiensi biaya yang tercermin dari meningkat rasio CIR Perseroan menjadi 60,20% dan BOPO di kisaran 80,79%.” Papar Glen Glenardi, Direktur Utama Bank Bukopin.

Peningkatan kredit dan laba tetap diikuti oleh stabilnya dan membaiknya manajemen risiko yang tercermin pada penurunan NPL. NPL Gross turun jadi 2,74% dari 3,04% di Juni 2011. Sementara itu CAR juga naik jadi 16,26% dari 14,74%.

Hingga enam bulan pertama 2012 aset Bank Bukopin asset tumbuh 22,62% menjadi Rp 60,66 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 52,53 triliun.

“Untuk semester II kami akan terus melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan baik secara organik maupun non-organik dengan mengutamakan asas kehati-hatian (prudent) dan memperhatikan situasi krisis global. Kami menargetkan masuk dalam 10 besar bank nasional berdasarkan profit dalam lima tahun mendatang.” Papar Glen Glenardi Direktur Utama Bank Bukopin.

-Selesai-


Sekilas mengenai BankBukopin

PT Bank Bukopin Tbk (BEI: BBKP) adalah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Berdiri sejak 10 Juli 1970. Bank Bukopin fokus pada segmen Usaha, Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK). Sejak tahun 2008 segmen UMKMK telah dipilah menjadi segmen Perbankan Mikro dan segmen perbankan Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK), Bank Bukopin juga melayani segmen Perbankan Konsumer dan segmen Perbankan Komersial.

Sesuai dengan visi untuk menjadi Bank yang terpercaya dalam pelayanan jasa keuangan, Bank Bukopin didukung oleh jaringan 417 kantor per Juni 2012 yang tersebar di 22 provinsi di seluruh Indonesia serta didukung oleh 362 ATM yang tergabung dengan lebih dari 30.000 jaringan, Plus serta Visa International. Saat ini seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online.

Pada akhir tahun 2011 Bank Bukopin mencatat lonjakan pertumbuhan laba bersih sebesar 50% menjadi Rp 738 miliar dibandingkan kinerja FY 2010 sebesar Rp 493 miliar.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Tantri Wulandari
Sekretaris Perusahaan
PT Bank Bukopin Tbk
tantriw@bukopin.co.id
Telp. + 6221-7988266 ext. 1107
Hp. + 62816934964