Semester I/2015, Kredit Bank Bukopin Tumbuh 15,31%

Jakarta, 29 Juli 2015 – Di tengah situasi ekonomi yang masih belum kondusif, pada semester I tahun 2015 Bank Bukopin berhasil membukukan pertumbuhan kredit sebesar 15,31% menjadi Rp 58,69 triliun.
Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan penyaluran kredit pada periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp 50,89 triliun.
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Glen Glenardi mengatakan pertumbuhan kredit Perseroan pada paruh pertama tahun ini dipicu oleh segmen mikro yang meningkat 28,21%, disusul oleh segmen UKM yang tumbuh 9,74%.
“Pertumbuhan kredit Bank Bukopin hingga paruh pertama 2015 terjadi baik pada segmen ritel maupun komersial,” ujarnya Rabu, 29 Juli 2015.
Dari total kredit yang disalurkan Perseroan, sebesar 60,83% diserap oleh kredit ritel, yang terdiri dari segmen UKM (40,05%), mikro (12,07%), dan konsumer (11,79%). Sisanya sebesar 36,09% merupakan kredit komersial.
Glen Glenardi menjelaskan situasi tersebut sejalan dengan strategi Perseroan untuk fokus pada segmen ritel dengan tetap menjaga pertumbuhan pada segmen komersial.
Pada periode yang sama, Bank Bukopin juga berhasil menarik dana pihak ketiga sebesar Rp 70,74 triliun, meningkat 16,04% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.
“Peningkatan dana pihak ketiga ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bank Bukopin masih terus terjaga.”
Dari total dana pihak ketiga yang dibukukan perseroan, hingga Juni 2015, posisi tabungan Bank Bukopin tecatat sebesar Rp 15,42 triliun, deposito Rp 46,52 triliun, sementara giro sebesar Rp 8,81 triliun.
Peningkatan kinerja juga terlihat dari aset Perseroan yang tumbuh 16,49% atau Rp 11,98 triliun menjadi Rp 84,67 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp 72,68 triliun.
Kinerja kredit mendorong pendapatan bunga Perseroan pada semester I/2015 menjadi Rp 3,99 triliun atau tumbuh 17,47% dibandingkan pencapaian pada semester I/2014. Di sisi lain, pendapatan Perseroan dari fee based income pada periode yang sama juga tumbuh 28,95% menjadi Rp 600 miliar.
Namun demikian, karena biaya dana yang masih tinggi, laba perseroan per Juni 2015 secara otomatis juga masih ikut tertekan. Posisi laba sebelum pajak Bank Bukopin pada semester I/2015 sebesar Rp 629 miliar dan laba setelah pajak sebesar Rp 509 miliar.

 

Sekilas mengenai Bank Bukopin

Bank Bukopin berdiri pada 10 Juli 1970. Sejalan dengan waktu, Bank Bukopin terus tumbuh dan berkembang hingga masuk ke dalam kelompok bank menengah di Indonesia. Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen UKM, mikro, dan konsumer serta didukung oleh segmen komersial.

Per 30 Juni 2015, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan Publik (40,48%).

Sampai saat ini Bank Bukopin beroperasi di 22 provinsi, memiliki 40 kantor cabang, 121 kantor cabang pembantu, 143 kantor kas, 86 kantor fungsional (layanan mikro) 39payment point, serta 8 layanan pickup service.

Seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online. Untuk mendukung layanan ke nasabah, Bank Bukopin juga mengoperasikan 650 mesin ATM dan 1.642 perangkat mini ATM. Kartu ATM Bukopin terkoneksi dengan seluruh jaringan ATM BCA Prima, ATM Bersama dan Plus di seluruh Tanah Air.

Sesuai dengan moto ‘Memahami dan Memberi Solusi’ Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.

 

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi:

Tantri Wulandari

Sekretaris Perusahaan

PT Bank Bukopin Tbk.

Email: corsec@bukopin.co.id

Telp. + 6221-7988266 ext. 1107

Hp. + 62816934964