Laba Bank Bukopin Tumbuh 17,98%

Highlights

–  Laba bersih Bank Bukopin s.d September 2015 mencapai Rp798 miliar, tumbuh 17,98% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

–  Kredit Perseroan tumbuh 24,50% secara year-on-year.

–  Posisi asset per September 2015 mencapai Rp 89,5 triliun.

–  Dana pihak ketiga perseoan meningkat 14,68% year-on-year menjadi Rp 73,5 triliun

Jakarta, 28 Oktober 2015 – Hingga September 2015, PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) berhasil membukukan laba sebesar Rp 977,8 miliar (sebelum pajak), sementara laba bersih Perseroan pada periode tersebut tercatat sebesar Rp 798 miliar, tumbuh 17,98% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi menjelaskan pertumbuhan laba Bank Bukopin hingga kuartal ketiga tahun ini menunjukkan bahwa kinerja Perseroan semakin membaik di tengah situasi makroekonomi yang belum kondusif.

“Kami bersyukur hingga September tahun ini kredit yang disalurkan Bank Bukopin mencapai Rp 62,7 triliun,” ujarnya saat menyampaikan paparan kinerja Perseroan untuk posisi kuartal III/2015, Rabu (28 Oktober).

Kredit Bank Bukopin hingga September 2015 melonjak 24,5% dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun lalu yang mencapai Rp 50,4 triliun.

Glen Glenardi menjelaskan pertumbuhan kredit Perseroan dimotori oleh sektor ritel yang terdiri dari kredit UKM, mikro dan konsumer yang meningkat 22,56% secara year-on-yearmenjadi Rp 39,59 triliun.

Dari total kredit ritel yang disalurkan, segmen UKM tumbuh 26,80% menjadi Rp 25,2 triliun dan segmen mikro sebesar 57,37% menjadi Rp 7,6 triliun, sedangkan kredit konsumer mencapai Rp 6,8 triliun.

Pada periode yang sama, penyaluran kredit komersial Bank Bukopin mencapai Rp 23,2 triliun. Dengan pencapaian tersebut, total kredit yang disalurkan Bank Bukopin selama sembilan bulan pertama 2015 mencapai Rp 62,74 triliun, meningkat 24,50% secara year-on- year.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo menjelaskan sampai dengan September 2015 posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) Perseroan mencapai Rp 73,5 triliun, meningkat sebesar 14,68% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

Komposisi DPK Perseroan masih didominasi oleh deposito yaitu sebanyak 68,70% disusul oleh tabungan 20,35% dan giro sebesar 10,95%.

Pada periode yang sama, fee based income Bank Bukopin pada periode yang sama juga tumbuh 26,21% menjadi Rp 913 miliar. Sementara rasio LDR Perseroan berada pada kisaran 84,88%, dan CAR mencapai 14,16%.

“Secara keseluruhan, pertumbuhan kinerja Perseroan terlihat dari posisi asset yang tumbuh 14,84% dibandingkan dengan posisi September tahun lalu yaitu menjadi Rp 89,5 triliun,” ujarnya.

Sekilas mengenai Bank Bukopin

Bank Bukopin berdiri pada 10 Juli 1970. Sejalan dengan waktu, Bank Bukopin terus tumbuh dan berkembang hingga masuk ke dalam kelompok bank menengah di Indonesia. Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen UKM, mikro, dan konsumer serta didukung oleh segmen komersial.

Per 30 September 2015, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan Publik (40,48%).

Sampai saat ini Bank Bukopin beroperasi di 23 provinsi, memiliki 41 kantor cabang, 121 kantor cabang pembantu, 148 kantor kas, 90 kantor fungsional (layanan mikro), 37payment point, serta 8 layanan pickup service.

Seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online. Untuk mendukung layanan ke nasabah, Bank Bukopin juga mengoperasikan 734 mesin ATM dan 1.075 perangkat mini ATM. Kartu ATM Bukopin terkoneksi dengan seluruh jaringan ATM BCA Prima, ATM Bersama dan Plus di seluruh Tanah Air.

Sesuai dengan moto ‘Memahami dan Memberi Solusi’, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.

 

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :

Tantri Wulandari

Sekretaris Perusahaan

PT Bank Bukopin Tbk.

corsec@bukopin.co.id

 investor.relations@bukopin.co.id

Telp. + 6221-7988266 ext. 1107

Hp. + 62816934964