Kemendagri & Bank Bukopin Kerja Sama Pemanfaatan Data Kependudukan

Jakarta, 16 Oktober 2015 – Direktorat Jenderal Kependudukan & Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan Bank Bukopin hari ini menandatangani Perjanjian Kerja Sama dalam pemanfaatan data kependudukan, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan KTP elektronik.

Perjanjian Kerja Sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Kependudukan & Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh dengan Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Glen Glenardi di kantor pusat Bank Bukopin, Jakarta Selatan.

Secara serentak, di tempat yang sama kerja sama serupa juga dilakukan antara Ditjen Kependudukan & Pencatatan Sipil dengan PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Aceh, dan PT Bank BRI Syariah.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama itu disaksikan secara langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Dirjen Kependudukan & Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang telah disepakati oleh Kementerian Dalam Negeri dengan Otoritas Jasa Keuangan.

“Teknis operasional dari Perjanjian Kerja Sama ini akan segera ditindaklanjuti oleh Tim Teknis dari kedua pihak dalam penyusunan standar, operasional, dan prosedur (SOP) sertatime table teknis konektivitas pemanfaatan data,” ujarnya seusai acara penandatanganan PKS tersebut.

Menurut Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Glen Glenardi, kerja sama ini akan sangat membantu perbankan dalam meningkatkan efisiensi transaksi keuangan, memudahkan proses identifikasi calon nasabah, analisis kelayakan kredit, dan memperkuat Sistem Informasi Debitur (SID).

“Yang tidak kalah penting, dengan data penduduk yang terintegrasi, potensi terjadinyafraud akan dapat diminimalkan,” ujarnya.

Pada akhirnya, lanjut Glen Glenardi, pemanfaatan data kependudukan yang telah terintegrasi pada database Kementerian Dalam Negeri ini diharapkan akan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, terutama dalam penyediaan akses keuangan secara lebih luas.

 

Sekilas mengenai Bank Bukopin

Bank Bukopin berdiri pada 10 Juli 1970. Sejalan dengan waktu, Bank Bukopin terus tumbuh dan berkembang hingga masuk ke dalam kelompok bank menengah di Indonesia. Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen UKM, mikro, dan konsumer serta didukung oleh segmen komersial.

Per 30 Juni 2015, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan Publik (40,48%).

Sampai saat ini Bank Bukopin beroperasi di 23 provinsi, memiliki 41 kantor cabang, 121 kantor cabang pembantu, 143 kantor kas, 86 kantor fungsional (layanan mikro) 39payment point, serta 8 layanan pickup service.

Seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online. Untuk mendukung layanan ke nasabah, Bank Bukopin juga mengoperasikan 650 mesin ATM dan 1.642 perangkat mini ATM. Kartu ATM Bukopin terkoneksi dengan seluruh jaringan ATM BCA Prima, ATM Bersama dan Plus di seluruh Tanah Air.

Sesuai dengan moto ‘Memahami dan Memberi Solusi’, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.

 

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi:

Tantri Wulandari

Sekretaris Perusahaan

PT Bank BukopinTbk.

Email:corsec@bukopin.co.id;

Telp. + 6221-7988266 ext. 1107

Hp. + 62816934964