Bank Bukopin Terus Pacu Kredit Mikro

Jakarta, 18 Desember 2015 – Bank Bukopin (Kode emiten: BBKP) terus memacu penyaluran kredit mikro seiring dengan strategi Perseroan untuk memperkuat fokus bisnis ke segmen tersebut. Hingga November 2015, kredit mikro Bank Bukopin tumbuh 43% atau sebesar Rp 2,37 triliun.

Dengan demikian, sampai dengan November 2015, total kredit mikro yang disalurkan Bank Bukopin telah mencapai Rp 7,93 triliun.

General Manager Bisnis Mikro PT Bank Bukopin Tbk. Zulfikar Kesuma Prakasa mengatakan pertumbuhan tersebut sejalan dengan rata-rata pertumbuhan kredit (net growth) per bulan yang mencapai Rp 215 miliar.

“Salah satu bisnis unggulan Bank Bukopin yang saat ini sedang berkembang pesat adalah Bisnis Mikro. Produk yang disediakan kepada para pelaku UMKM dan segmen pensiunan pun sangat mudah diterima dan diakses, seperti kredit usaha simpan pinjam Koperasi (Swamitra), kredit pensiunan, kredit usaha (direct loan) dan sebagainya,” ujarnya (Jumat, 18 Desember 2015).

Dia menambahkan saat ini hampir setiap hari terjadi disbursement (pencairan kredit) kepada debitur. Selama bulan Desember saja, Bank Bukopin mencairkan kredit mikro senilai Rp6 miliar hingga Rp7 miliar per hari.

Hal ini, lanjutnya, tidak lepas dari dukungan sumber daya manusia (SDM) Bank Bukopin yang handal, jaringan kantor yang luas, dan dukungan sistem teknologi yang dapat mempercepat proses kredit dengan layanan prima.

Solidnya pertumbuhan kredit Bukopin juga tercermin pada pencapaian kinerja kuartal 111/2015. Pada periode tersebut, Perseroan membukukan pertumbuhan kredit 24,50% secara tahunan menjadi Rp62,74 triliun.

Selama periode tersebut, pertumbuhan kredit Perseroan dimotori oleh sektor ritel yang terdiri dari kredit UKM, mikro, dan konsumer yang meningkat 22,56% secara year-on-yearmenjadi Rp 39,59 triliun. Dari total kredit ritel yang disalurkan, segmen UKM tumbuh 26,80% menjadi Rp 25,2 triliun, segmen mikro sebesar 57,37% menjadi Rp 7,6 triliun, sementara kredit konsumer tercatat mencapai Rp 6,8 triliun.

Per September 2015, penyaluran kredit komersial Bank Bukopin mencapai Rp 23,2 triliun. Dengan pencapaian tersebut, total kredit yang disalurkan Bank Bukopin selama sembilan bulan pertama 2015 mencapai Rp 62,74 triliun, meningkat 24,50% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

 

Sekilas mengenai Bank Bukopin

Bank Bukopin berdiri pada 10 Juli 1970. Sejalan dengan waktu, Bank Bukopin terus tumbuh dan berkembang hingga masuk ke dalam kelompok bank menengah di Indonesia. Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen UKM, mikro, dan konsumer serta didukung oleh segmen komersial.

Per 30 November 2015, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan Publik (40,48%).

Sampai saat ini Bank Bukopin beroperasi di 23 provinsi, memiliki 41 kantor cabang, 121 kantor cabang pembantu, 147 kantor kas, 90 kantor fungsional (layanan mikro), 37payment point, serta 8 layanan pick up service.

Seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online. Untuk mendukung layanan ke nasabah, Bank Bukopin juga mengoperasikan 734 mesin ATM dan 1.075 perangkat mini ATM. Kartu ATM Bukopin terkoneksi dengan seluruh jaringan ATM BCA Prima, ATM Bersama, dan Plus di seluruh Tanah Air.

Sesuai dengan moto ‘Memahami dan Memberi Solusi’, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.

 

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :

Tantri Wulandari
Sekretaris Perusahaan
PT Bank Bukopin Tbk.
corsec@bukopin.co.id
Telp. + 6221-7988266 ext. 1107
Hp. +62816934964
Zulfikar Kesuma Prakasa
GM Bisnis Mikro
PT Bank Bukopin Tbk.
zulfikar@bukopin.co.id
Telp. + 6221-5604307 ext. 1340
Hp. +62811157939