Bank Bukopin Salurkan Kredit Gula Pasir Rp 3 Triliun

Surabaya, 8 Oktober 2015 – Bank Bukopin (BBKP) hari ini menyalurkan kredit modal kerja kepada 5 pengusaha gula pasir nasional senilai total Rp 1,96 triliun. Angka tersebut merupakan bagian dari total skim kredit gula pasir yang hingga saat ini mencapai Rp 3 triliun.

Kredit gula pasir tersebut disalurkan masing-masing kepada PT Citra Gemini Mulya sebesar Rp 350 miliar, PT Fajar Mulya Transindo senilai Rp 600 miliar, CV. Gunung Sewu Lancar Abadi sebesar Rp 600 miliar, CV Sumber Kencana Rp 200 miliar, dan Artha Guna Sentosa Group senilai Rp 210 miliar.

Akad kredit penyaluran kredit gula pasir tersebut ditandatangani oleh Direktur Komersial PT Bank Bukopin, Tbk. Mikrowa Kirana dengan CEO PT Fajar Mulya Transindo & PT Citra Gemini Mulya, Pieko Njotosetiadi, CEO CV Gunung Sewu Hasil Lancar Abadi, Suwito Gondokusumo, CEO Artha Guna Sentosa Group, Harijono Santoso, dan CEO CV Sumber Kencana, Hadi Gunawan di Surabaya, Kamis (8 Oktober 2015).

Mikrowa Kirana optimistis di tengah lesunya perekonomian nasional dan global, sejumlah sektor masih sangat prospektif bagi perbankan.

“Kami menilai gula pasir merupakan komoditas yang sangat strategis karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya seusai penandatanganan akad kredit tersebut.

Bagi Bank Bukopin, pembiayaan ke sektor perdagangan gula merupakan bagian dari kredit komersial yang disalurkan Perseroan. Bank Bukopin telah menyalurkan kredit untuk perdagangan komoditas gula setidaknya sejak tahun 1990-an.

Mikrowa menambahkan gula pasir juga masih merupakan sektor yang prospektif bagi Perseroan mengingat kebutuhan pembiayaan ke sektor tersebut masih cukup tinggi.

Hingga semester pertama tahun ini, komposisi kredit komersial Bank Bukopin mencapai 36,09% dari total kredit yang disalurkan Perseroan. Sementara itu, sebanyak 60,83% diserap oleh kredit ritel, yang terdiri dari segmen UKM (40,05%), mikro (12,07%), dan konsumer (11,79%).

Mikrowa menjelaskan situasi tersebut sejalan dengan strategi Perseroan untuk fokus pada segmen ritel dengan tetap menjaga pertumbuhan pada segmen komersial.

Dilihat dari sektornya, hingga semester I tahun ini kredit yang disalurkan ke sektor perdagangan mencapai 17,12%, sektor pelayanan 25,38%, sektor properti, konstruksi, infrastruktur, dan perhotelan sebesar 20,18%, dan lain-lain sebanyak 37,32%.

Pada periode yang sama, Bank Bukopin juga berhasil menarik dana pihak ketiga sebesar Rp 70,74 triliun, meningkat 16,04% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

Dari total dana pihak ketiga yang dibukukan perseroan, hingga semester I/2015, posisi tabungan Bank Bukopin tecatat sebesar Rp 15,42 triliun, deposito Rp 46,52 triliun, sementara giro sebesar Rp 8,81 triliun.

Peningkatan kinerja juga terlihat dari aset Perseroan yang tumbuh 16,49% atau Rp 11,98 triliun menjadi Rp 84,67 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp 72,68 triliun.

Kinerja kredit mendorong pendapatan bunga Perseroan pada semester I/2015 menjadi Rp 3,99 triliun atau tumbuh 17,47% dibandingkan pencapaian pada semester I/2014. Di sisi lain, pendapatan Perseroan dari fee based income pada periode yang sama juga tumbuh 28,95% menjadi Rp 600 miliar.

 

Sekilas mengenai Bank Bukopin

Bank Bukopin berdiri pada 10 Juli 1970. Sejalan dengan waktu, Bank Bukopin terus tumbuh dan berkembang hingga masuk ke dalam kelompok bank menengah di Indonesia. Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen UKM, mikro, dan konsumer serta didukung oleh segmen komersial.

Per 30 Juni 2015, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan Publik (40,48%).

Sampai saat ini Bank Bukopin beroperasi di 23 provinsi, memiliki 41 kantor cabang, 121 kantor cabang pembantu, 143 kantor kas, 86 kantor fungsional (layanan mikro), 39payment point, serta 8 layanan pickup service.

Seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online. Untuk mendukung layanan ke nasabah, Bank Bukopin juga mengoperasikan 650 mesin ATM dan 1.642 perangkat mini ATM. Kartu ATM Bukopin terkoneksi dengan seluruh jaringan ATM BCA Prima, ATM Bersama dan Plus di seluruh Tanah Air.

Sesuai dengan moto ‘Memahami dan Memberi Solusi’, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.

 

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi:

Tantri Wulandari

Sekretaris Perusahaan

PT Bank Bukopin Tbk.

Email: corsec@bukopin.co.id

Telp. + 6221-7988266 ext. 1107

Hp. + 62816934964