Bank Bukopin Bagikan Dividen 30%

Jakarta, 28 Mei 2015 – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) yang diselenggarakan pada Kamis, 28 Mei 2015 memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar 30%.
Dalam RUPST Perseroan yang dipimpin oleh Komisaris Utama Mulia P. Nasution tersebut diputuskan bahwa sisa dari laba ditahan Perseroan akan digunakan untuk memperkuat cadangan modal.
“Dengan telah diputuskannya pembagian dividen dan laba ditahan, kami dapat terus menjaga momentum pertumbuhan. Kami juga akan terus mengoptimalkan strategi penghimpunan dana pihak ketiga serta penyaluran kredit pada sektor-sektor produktif guna meningkatkan kinerja Bukopin di masa mendatang,” ujar Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi, Kamis, 28 Mei 2015.
Forum tersebut juga menyetujui dan menerima Laporan Tahunan Direksi Perseroan untuk Tahun Buku 2014.
Sementara itu, dalam forum RUPS Luar Biasa Perseroan yang digelar setelah RUPST, disetujui perubahan susunan manajemen Perseroan.
RUPSLB menyetujui pengunduran diri tiga Direksi Perseroan, masing-masing adalah Tri Joko Prihanto, Agus Hernawan, dan Sulistyohadi DS. Bersamaan dengan itu, disepakati pula pengangkatan Karya Budiana sebagai Komisaris Perseroan. Sementara untuk mengisi posisi Direksi yang kosong, disepakati pengangkatan Eko Rachmansyah Gindo, Setiawan Sudarmaji, dan Heri Purwanto sebagai anggota Direksi baru Perseroan.
Seluruh pejabat Perseroan yang baru diusulkan pengangkatannya tersebut baru akan efektif berlaku setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.
Pada akhir tahun 2014 Bank Bukopin membukukan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga cukup signifikan, di mana kredit tumbuh 14,04% menjadi Rp 55,3 triliun dan DPK tumbuh 17,14% menjadi Rp 65,4 triliun.
Sedangkan pendapatan bunga Perseroan tumbuh 19,22% menjadi Rp 7,1 triliun dan fee based income tumbuh 20,25% menjadi Rp 945 miliar. Pencapaian tersebut mendorong pencapaian laba bersih pada akhir tahun 2014 menjadi Rp 726,81 miliar dan aset Bank Bukopin tumbuh 13,81% menjadi Rp 79,1 triliun.
Hingga akhir tahun 2014 Bank Bukopin tercatat memiliki 439 titik layanan atau outlet yang terdiri dari 40 kantor cabang, 121 kantor cabang pembantu, 145 kantor kas, 86 kantor pelayanan mikro, 39 payment point dan 8 layanan pengambilan (pick-up service). Outlettersebut tersebar di 22 dari total 33 propinsi di Indonesia.
 
Sekilas mengenai Bank Bukopin
Bank Bukopin berdiri pada 10 Juli 1970. Sejalan dengan waktu, Bank Bukopin terus tumbuh dan berkembang hingga masuk ke dalam kelompok bank menengah di Indonesia. Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen UKM, Mikro, dan Konsumer serta pada segmen komersial.

Per 20 April 2015, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan Publik (40,48%).

Sampai saat ini Bank Bukopin beroperasi di 22 provinsi, memiliki 40 kantor cabang, 121 kantor cabang pembantu, 144 kantor kas, 89 kantor fungsional (layanan mikro), 39payment point, serta 8 pick-up service. Seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online. Untuk mendukung layanan ke nasabah, Bank Bukopin juga mengoperasikan 650 mesin ATM dan 1642 perangkat mini ATM. Kartu ATM Bukopin terkoneksi dengan seluruh jaringan ATM BCA Prima, ATM Bersama dan Plus di seluruh Tanah Air.

Sesuai dengan moto ‘Memahami dan Memberi Solusi’ Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.

 

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi:

Tantri Wulandari

Sekretaris Perusahaan

PT Bank Bukopin Tbk.

Email: corsec@bukopin.co.id

Telp. + 6221-7988266 ext. 1107 Hp. + 62816934964