Laba Bersih Bank Bukopin Tumbuh 43,27% Menjadi Rp 964,3 Miliar

  • Laba sebelum pajak Perseroan per Desember 2015 mencapai Rp 1,18 triliun, tumbuh 31,05% secara year-on-year
  • Kredit yang disalurkan tumbuh 19,51% menjadi Rp66 triliun, sementara dana pihak ketiga meningkat 16,48% menjadi Rp 76,2 triliun
  • Total aset Bank Bukopin hingga kuartal IV/2015 tercatat sebesar Rp 94,4 triliun, tumbuh 19,37%

 
Jakarta, 16 Maret 2016 – Bank Bukopin (Kode emiten: BBKP) hingga akhir 2015 membukukan peningkatan laba bersih sebesar 43,27% secara year-on-year menjadi Rp 964,3 miliar.

Direktur Utama PT Bank Bukopin, Tbk. Glen Glenardi menjelaskan pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga dan penurunan biaya operasional. “Kami fokus untuk memenuhi kebutuhan stakeholder dan menjalankan proses bisnis secara disiplin,” ujarnya ketika berbicara dalam press briefing terkait dengan kinerja Perseroan sepanjang 2015.

Fokus tersebut telah membawa Perseroan pada pencapaian yang lebih tinggi daripada rata- rata industri perbankan tahun 2015.

Secara lebih rinci, pendapatan bunga Bank Bukopin pada tahun lalu meningkat 17,07% menjadi Rp 8,3 triliun dari tahun sebelumnya Rp 7,1 triliun. Sementara itu, net interest margin (NIM) Perseroan pada periode yang sama mencapai 3,58%.

Pertumbuhan pendapatan bunga bersih didorong oleh peningkatan kredit yang disalurkan, yaitu sebesar 19,51% menjadi Rp 66 triliun dari tahun sebelumnya Rp 55,3 triliun. Di sisi lain, Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Bukopin juga naik menjadi 86,34% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 83,89%.

Kejelian manajemen Bank Bukopin melihat peluang di sektor mikro membuahkan hasil yang diharapkan. Segmen tersebut pada tahun 2015 menjadi salah satu pendorong penguatan kredit, yakni dengan angka pertumbuhan 43,39% menjadi Rp 7,9 triliun secara year-on-year.

 
Segmen UKM

Di sisi lain, segmen UKM juga mampu mencetak pertumbuhan kredit sebesar 27,57% menjadi Rp 27,3 triliun pada tahun 2015, dari tahun sebelumnya Rp 21,4 triliun. Segmen ini memberikan kontribusi terbesar kredit, yang mencapai 41,38% diikuti oleh segmen komersial sebesar 36,41%.

Glen menambahkan pencapaian ini merupakan desain dari kebijakan Bank Bukopin yang cermat melihat kompetensi perseroan yang tinggi untuk mengelola kredit UKM.

Kompetensi perseroan di segmen ini dibuktikan melalui pemahaman Bank Bukopin pada pasar UKM, jaringan yang luas, serta kerja sama dengan lembaga-lembaga yang mampu memaksimalkan fungsi dari jaringan Perseroan.

Kemampuan BBKP untuk menyalurkan kredit juga didukung oleh kekuatan perseroan untuk menghimpun dana pihak ketiga yang semakin hari semakin meningkat. Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Bukopin pada tahun 2015 meningkat 16,48% menjadi Rp 76,2 triliun dari tahun sebelumnya Rp 65,4 triliun.

Penambahan ekuitas BBKP juga merupakan salah satu faktor penguat kapabilitas perseroan untuk terus memacu penghimpunan dana. Hingga akhir tahun lalu, ekuitas BBKP naik 10,72% menjadi Rp 7,5 triliun secara year-on-year.

Kinerja positif manajemen Bank Bukopin juga terlihat dari kemampuan untuk meningkatkan efisiensi dalam menjalankan aktivitas usahanya. Hal ini dapat dilihat dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang turun menjadi 87,56% dari tahun sebelumya 89,21%. Sementara itu, Cost to Income Ratio (CIR) juga turun jadi 62,32% dari tahun sebelumya 69,10%.

“Kami akan terus mengembangkan bisnis-bisnis yang bermanfaat bagi konsumen dan para pemangku kepentingan kami, termasuk para pemegang saham,” ujarnya.

 

Sekilas mengenai Bank Bukopin

Bank Bukopin berdiri pada 10 Juli 1970. Sejalan dengan waktu, Bank Bukopin terus tumbuh dan berkembang hingga masuk ke dalam kelompok bank menengah di Indonesia. Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen UKM, mikro, dan konsumer serta didukung oleh segmen komersial.

Per 31 Desember 2015, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan Publik (40,48%).

Sampai saat ini Bank Bukopin beroperasi di 23 provinsi, memiliki 41 kantor cabang, 129 kantor cabang pembantu, 152 kantor kas, 75 kantor fungsional (layanan mikro), 35 payment point, serta 8 layanan pickup service.

Seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online. Untuk mendukung layanan ke nasabah, Bank Bukopin juga mengoperasikan 766 mesin ATM. Kartu ATM Bukopin terkoneksi dengan seluruh jaringan ATM BCA Prima, ATM Bersama dan Plus di seluruh Tanah Air.

Sesuai dengan moto ‘Memahami dan Memberi Solusi’, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.

 

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Tantri Wulandari

Sekretaris Perusahaan

PT Bank Bukopin Tbk.

Email: corsec@bukopin.co.id

Telp. + 6221-7988266 ext. 1107

Hp. + 62816934964