Bukopin Bukukan Laba Bersih Rp 246,4 Miliar Pada Kuartal I-2014

Jakarta, 29 April 2014 – PT Bank Bukopin Tbk (Kode emiten: BBKP) membukukan laba bersih sebesar Rp246,4 miliar pada kuartal I-2014 tumbuh 9,32% dibandingkan kuartal I-2013 sebesar Rp225,4 miliar. Pertumbuhan laba ditopang oleh pertumbuhan kinerja pendapatan bunga sebesar 23,28% menjadi Rp 1,6 triliun dan pertumbuhan pendapatan operasional lainnya (fee based income) sebesar 28,34% menjadi Rp207,4 miliar.

“Bukopin pada tiga bulan pertama membukukan kinerja positif dan kami berharap kinerja Perseroan akan terus menguat hingga akhir tahun mendatang. Kami akan terus mendorong pertumbuhan pendapatan yang bersumber dari pendapatan bunga dan pendapatan non bunga lainnya seperti transaksi online dan pembayaran pihak ketiga untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di 2014.” Jelas Glen Glenardi Direktur Utama Bank Bukopin.

Rasio net interest margin Bukopin pada kuartal I-2014 berhasil tumbuh 0,34% menjadi 3,98% dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun 2013 sebesar 3,64%. Hal ini merupakan pencapaian tersendiri mengingat ketatnya persaingan di industri perbankan di Indonesia.

Segmen pendapatan fee based income pada kuartal I-2014 tumbuh meyakinkan sebesar 28,34% menjadi Rp207,4 miliar dibandingkan periode sebelumnya Rp161,6 miliar. Segmen kartu kredit menjadi kontributor utama dengan 54% pendapatan terhadap total pendapatan fee based income atau Rp115,14 miliar. Angka tersebut naik 31% dibandingkan kuartal I-2013 yakni Rp 87,85 miliar

“Komposisi fee based income pada kuartal ini hampir mendekati target Perseroan tumbuh menjadi 30%. Kinerja kartu kredit kami tumbuh solid 31% dan menjadi penopang segmen pendapatan fee based income.” Jelas Glen Glenardi.

Ditambahkan, pencapaian tersebut membuktikan strategi co-branding dengan institusi maupun komunitas yang kami jalankan telah berada di jalur yang tepat. Kami juga memberikan beberapa keuntungan lain seperti tingkat bunga kompetitif, insentif-insentif yang menarik dan kemudahan penggunaan di merchant-merchant utama.

Transaksi treasury tumbuh meyakinkan 96% menjadi Rp87,85 miliar di tiga bulan pertama 2014 dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sejumlah Rp14,24 miliar. Transaksi treasury pada kuartal I-2014 berkontribusi sebesar 13,49% terhadap total fee-based income Perseroan.

Sedangkan segmen public service tumbuh 62% menjadi Rp24,31 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp15 miliar.

Pertumbuhan Kredit

Segmen ritel yang terdiri dari kredit UKM, mikro dan konsumer membukukan pertumbuhan 48% menjadi Rp29,6 triliun dibandingkan kuartal I-2013 sebesar Rp 20 triliun.

Pertumbuhan segmen ritel ditopang oleh pertumbuhan kredit segmen UKM sebesar 38%, segmen konsumer sebesar 81% dan segmen mikro sebesar 50%.

“Segmen UKM dan mikro masih menjadi kontributor utama penyaluran kredit kami. Sedangkan segmen kredit Komersil akan terus kami jaga proporsinya. Hal tersebut kami lakukan untuk memperkuat rasio NIM kami dimasa mendatang dan memberikan keseimbangan dalam portepel penyaluran kredit.” Papar Glen Glenardi.

Ditambahkan, rasio LDR Bukopin terjaga di kisaran 81,45% sedangkan NPL grnss di kisaran 2,56% Rasio CAR terjaga di kisaran 16,18%, angka tersebut masih diatas rasio CAR yang dipersyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Bank Bukopin kini berada di Buku III dengan modal inti Rp 5,6triliun. Hal ini akan memberikan keleluasaan bagi Perseroan untuk melakukan ekspansi jaringan dan produk untuk mencapai target jangka panjang Perseroan.” Glen Glenardi menutup keterangan pers-nya.

 

Sekilas mengenai Bukopin

PT Bank Bukopin Tbk (BEI: BBKP) adalah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Berdiri sejak 10 Juli 1970. Bank Bukopin fokus pada segmen Usaha, Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK). Sejak tahun 2008 segmen UMKMK telah dipilah menjadi segmen Perbankan Mikro dan segmen perbankan Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK), Bank Bukopin juga melayani segmen Perbankan Konsumer dan segmen Perbankan Komersial.

Sesuai dengan visi untuk menjadi Bank yang terpercaya dalam pelayanan jasa keuangan, Bank Bukopin didukung oleh jaringan 428 kantor per Maret 2014 yang tersebar di 22 provinsi di seluruh Indonesia serta didukung oleh 514 ATM yang tergabung dengan lebih dari 30.000 jaringan, Plus serta Visa International. Saat ini seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Tantri Wulandari

Sekretaris Perusahaan

PT Bank Bukopin Tbk.

tantriw@bukopin.co.id.

Telp. + 62 21-7988266 ext 1107