Bank Bukopin Genjot Kredit Ritel

Highlights

– Kredit ritel Bank Bukopin tumbuh 23,83% secara year-on-year

– Posisi asset per September 2014 mencapai Rp77,92 triliun

– Dana pihak ketiga perseoan meningkat 14,44% menjadi Rp64,1 triliun

– Laba bersih mencapai Rp677 miliar, turun 8,30% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu

   Jakarta, 29 Oktober 2014 – Hingga September 2014, PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) berhasil menggenjot penyaluran kredit ritel hingga mencapai Rp32,33 triliun, tumbuh 23,83% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi menjelaskan peningkatan penyaluran kredit ritel merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mempertajam fokus bisnis ke segmen yang menawarkan margin lebih baik.

“Pertumbuhan kredit Bank Bukopin hingga September 2014 dimotori oleh segmen ritel yang terdiri dari kredit UKM, mikro dan konsumer yang meningkat 23,83% menjadi Rp32,33 triliun dibandingkan dengan posisi September 2013 yang mencapai Rp26,1 triliun,” ujarnya hari ini.

Dia menjelaskan dari total kredit ritel yang disalurkan, segmen UKM tumbuh 18.39% menjadi Rp19,9 triliun, segmen mikro sebesar 61,63% menjadi Rp4,8 triliun dan segmen konsumer sebesar 20,52% menjadi Rp7,6 triliun.

Pada periode yang sama, penyaluran kredit komersial Bank Bukopin mencapai Rp18,09 triliun. Dengan pencapaian tersebut, total kredit yang disalurkan Bank Bukopin selama sembilan bulan pertama 2014 mencapai Rp50,4 triliun, meningkat 2,44% secara year-on- year.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin Tri Joko Prihanto menjelaskan hingga September 2014 perseroan berhasil membukukan pertumbuhan asset menjadi Rp77,9 triliun, meningkat 12,68% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan asset perseroan tersebut ditopang oleh kenaikan dana pihak ketiga. “Selama sembilan bulan pertama pada tahun 2014 Bank Bukopin berhasil meningkatkan mobilisasi dana pihak ketiga menjadi Rp64,1 triliun, meningkat sebesar 14,44% secara year- on-year,” ujarnya.

Pertumbuhan DPK tersebut didorong oleh kenaikan tabungan sebesar 12,74% menjadi Rp14,9 triliun dan deposito sebesar 19,55% menjadi Rp40,37 triliun.

Namun demikian, pertumbuhan dana pihak ketiga perseroan selama Januari-September 2014 diikuti oleh kenaikan biaya dana. Situasi itulah yang mengakibatkan pencapaian laba bersih Bank Bukopin turun 8,29% menjadi Rp676,6 miliar.

Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya (fee based income) perseroan pada periode yang sama tumbuh 26,54% menjadi Rp723,7 miliar, rasio LDR berada di kisaran 77,11%, dan CAR sebesar 14,49%.

 

Sekilas mengenai Bank Bukopin

Bank Bukopin berdiri sejak 10 Juli 1970, saat ini masuk ke dalam kelompok bank menengah di Indonesia dan memfokuskan bisnis intinya pada sektor Ritel dan Komersial. Saham Bank Bukopin kini dimiliki oleh KOPELINDO(29,51%), PT Bosowa Corporindo (18,57%), Negara RI (11,43%) dan publik (40,49%).

Per September 2014, Bank Bukopin telah beroperasi di 22 provinsi dengan 40 kantor cabang, 119 kantor cabang pembantu, 145 kantor kas, 87 kantor fungsional (layanan mikro) 39 payment point, serta 8 pick-up services. Selain itu, Bank Bukopin juga memiliki 600 mesin ATM, 1.951 mini ATM, dan kartu ATM-nya terkoneksi dengan seluruh jaringan ATM BCA Prima, ATM Bersama dan ATM Plus di Indonesia yang meliputi lebih dari 30.000 ATM. Seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online.

Sesuai dengan motto ‘Memahami dan Memberi Solusi’ Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :

Tantri Wulandari

Sekretaris Perusahaan

PT Bank Bukopin Tbk.

corsec@bukopin.co.id;

investor.relations@bukopin.co.id

Telp. + 6221-7988266 ext. 1107

Hp. + 62816934964