Laba Bersih Bank Bukopin Tumbuh 38,5%

Jakarta, 28 April 2016 – Bank Bukopin berhasil membukukan pertumbuhan kinerja hingga triwulan I/2016 dengan peningkatan laba bersih sebesar 38,5% secara year-on-yearmenjadi Rp 275 miliar.

Pertumbuhan laba bersih itu ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga dan penurunan biaya operasional. Pendapatan bunga BBKP melonjak 21,2% menjadi Rp 2,3 triliun dari kuartal pertama tahun lalu senilai Rp 1,9 triliun.

Sementara itu, pendapatan berbasis fee (fee based income) Bank Bukopin juga meningkat sebesar 20,5% menjadi Rp 323 miliar hingga kuartal I tahun ini dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 268 miliar. Kenaikan tersebut terutama didukung oleh pertumbuhan dari bisnis kartu kredit.

Direktur Utama PT Bank Bukopin, Tbk Glen Glenardi menjelaskan kenaikan pendapatan bunga Perseroan didorong oleh pertumbuhan dari jumlah kredit dan Dana Pihak Ketiga, serta penerapan strategi yang tepat untuk mengurangi risiko dan meningkatkan efisiensi.

“Berkat komitmen dan kerja keras, kami masih melanjutkan pencapaian di atas rata-rata industri pada tahun lalu, ” ujarnya hari ini (Kamis, 28 April 2016).

Pada periode yang sama, kredit yang disalurkan Perseroan sepanjang triwulan pertama tahun ini tumbuh 21,3% menjadi Rp 67,1 triliun dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2015.

Secara lebih rinci, sebagian besar kredit disalurkan kepada UKM yakni sebesar 40,3% dari total kredit, komersial sebesar 36,9%, dan mikro sebesar 12,5%.

Pertumbuhan kredit tertinggi terjadi di segmen mikro yang mencapai 33,7% menjadi Rp8,4 triliun dari kuartal pertama tahun lalu sebesar Rp6,3 triliun. Pertumbuhan segmen mikro ini terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit untuk para pensiunan.

Kemampuan Perseroan untuk menyalurkan kredit didukung oleh kekuatan untuk menghimpun dana pihak ketiga yang semakin hari semakin meningkat. Posisi DPK Bank Bukopin tumbuh 19,4% menjadi Rp 81,3 triliun per kuartal pertama tahun ini.

Dari total DPK yang dihimpun Perseroan, posisi dana murah (tabungan dan giro) tumbuh 6,3% menjadi Rp 24,9 triliun dari sebelumnya Rp 23,46 triliun. Sementara itu, deposito masih menjadi kontributor utama yaitu sebesar 56,4% dari total DPK.

“Dengan capaian positif hingga kuartal pertama tahun 2016, kami optismistis target yang telah ditetapkan dapat tercapai dan kami akan terus mengembangkan bisnis-bisnis yang bermanfaat bagi konsumen dan para pemangku kepentingan kami, termasuk para pemegang saham,” paparnya.

 

Sekilas mengenai Bank Bukopin

Bank Bukopin berdiri pada 10 Juli 1970. Sejalan dengan waktu, Bank Bukopin terus tumbuh dan berkembang hingga masuk ke dalam kelompok bank menengah di Indonesia. Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen, mikro, UKM, dan konsumer serta didukung oleh segmen komersial.

Per 31 Maret 2016, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan Publik (40,48%).

Hingga periode tersebut Bank Bukopin beroperasi di 23 provinsi, memiliki 42 kantor cabang, 132 kantor cabang pembantu, 145 kantor kas, 75 kantor fungsional (layanan mikro), 36 payment point, serta 8 layanan pick up service.

Seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online. Untuk mendukung layanan ke nasabah, Bank Bukopin juga mengoperasikan 765 mesin ATM. Kartu ATM Bukopin terkoneksi dengan seluruh jaringan ATM BCA Prima, ATM Bersama dan Plus di seluruh Tanah Air.

Sesuai dengan moto ‘Memahami dan Memberi Solusi’, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.

 

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi:

Tantri Wulandari

Sekretaris Perusahaan

PT Bank Bukopin Tbk.

corsec@bukopin.co.id

investor.relations@bukopin.co.id

Telp. + 6221-7988266 ext. 1107

Hp. + 62816934964