Penyaluran Kredit Bank Bukopin Tumbuh 39%

Jakarta, 30 April 2012 – PT Bank Bukopin Tbk (Kode emiten: BBKP) membukukan lonjakan pertumbuhan kredit (“Loans”) sebesar 39% atau Rp 36,6 triliun pada kuartal I – 2012 dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp 26,3 triliun. Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh kuatnya penyaluran pada tiga segmen utama Bank Bukopin yakni Segmen UMKM, Konsumer dan Komersial.

Segmen dengan kontribusi terbesar terhadap penyaluran kredit adalah segmen UMKM yang berkontribusi 50,14% atau Rp 18,3 triliun terhadap total penyaluran kredit sebesar Rp 36,6 triliun. Sedangkan komersial berkontribusi sebesar 38,71% atau Rp 14,1 triliun dan Konsumer 11,15% atau sebesar Rp 4,1 triliun.

“Sebagai bank menengah dengan fokus utama pada pemberdayaan UMKM dan koperasi, kami terus berupaya meningkatkan penyaluran kredit Bank Bukopin. Terlebih kami baru saja menyelesaikan penerbitan obligasi subordinasi, sehingga kami bisa terus meningkatkan ekspansi bisnis dan menjaga struktur permodalan kami,” jelas Glen Glenardi Direktur Utama Bank Bukopin.

Pada kuartal I-2012,  penyaluran segmen konsumer mencatat persentase pertumbuhan tertinggi dengan 63% menjadi Rp 4,1 triliun dari porsi penyaluran pada periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 2,50 triliun. Sedangkan pertumbuhan kredit terbesar kedua disumbangkan oleh segmen komersial sebesar 42% atau menjadi Rp 14,1 triliun dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 9,9 triliun. Kemudian segmen UKM tumbuh 32% menjadi  Rp 18,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 13,9 triliun.

Paska penerbitan obligasi subordinasi senilai Rp 1,5 triliun, Perseroan mengalokasikan dana tersebut untuk mendukung struktur permodalan. Meski terjadi penyaluran kredit secara agresif pada tiga bulan pertama 2012, posisi CAR Perseroan berhasil ditingkatkan menjadi 18,29% dibandingkan periode sebelumnya yakni 16,97%.

“Pada kuartal I-2012 posisi Loan to Deposit (“LDR”) telah mencapai 75,21% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar 58,58%. Meski akan terus meningkatkan kredit, kami akan menjaga rasio CAR Perseroan di level minimal 12%.” tambah Tri Joko Prihanto, Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin.

Peningkatan penyaluran pendanaan tersebut juga ditopang oleh keberhasilan Perseroan dalam mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) seperti Giro, Tabungan dan Deposito. Pada Kuartal I-2012, DPK Bank Bukopin tumbuh 10% menjadi Rp 48,1 triliun dari pencapaian periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 43,9 triliun.

Segmen Tabungan menjadi kontributor pertumbuhan terbesar dalam pengumpulan DPK dengan 23% menjadi Rp 11,1 triliun pada kuartal I-2012 dibandingkan kuartal I-2011 sebesar Rp 9 triliun. Pertumbuhan segmen tabungan tidak lepas dari peluncuran program  baru Tabungan SiAga yang yang menyediakan hadiah mobil BMW 320i dan Motor Honda Scoppy. Program berhadiah ini sudah memasuki periode ke-8 dan menjadi produk unggulan Bank Bukopin.

Sedangkan segmen Deposito menjadi segmen pertumbuhan terbesar kedua untuk DPK  dengan tumbuh solid sebesar 16% menjadi Rp 27,2 triliun dari posisi sebelumnya tahun 2011 sebesar Rp 23,4 triliun. Kemudian selanjutnya Segmen Giro yang mencatat perolehan sebesar Rp 9,8 triliun pada Kuartal I-2012.

“Deposito masih menjadi kontributor utama DPK kami dengan kontribusi sebesar 56% terhadap total DPK Bukopin, disusul kemudian oleh Tabungan sebesar 23% dan Giro 21%. Kami akan terus meningkatkan sumber dana murah dengan peningkatan layanan dan kinerja pada cabang kami dan program-program promosi seperti program Tabungan SiAga,” jelas Glen.

Sepanjang kuartal I-2012, Bukopin berhasil membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 519 miliar, perolehan tersebut setara dengan pertumbuhan sebesar 8% disandingkan dengan perolehan kuartal I-2011. Sedangkan Pendapatan non-bunga (“Fee Based Income”) tumbuh meyakinkan sebesar 28% menjadi Rp 177 miliar. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan target Perseroan untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan non bunga di kisaran 25% – 30%

“Periode tiga bulan pertama ini berhasil kami lalui dengan baik. Solidnya kinerja penyaluran kredit dan pengumpulan DPK mendukung pertumbuhan positif Perseroan. Laba bersih kami pun tumbuh 18% menjadi Rp 181 miliar pada kuartal ini. Dengan program dan strategi yang kami tetapkan, Perseroan akan menjaga dan meningkatkan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun sehingga memberikan nilai tambah kepada para stakeholder,” tutup Glen dalam keterangan tertulisnya.

 

Sekilas mengenai Bukopin

PT Bank Bukopin Tbk (BEI: BBKP) adalah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Berdiri sejak 10 Juli 1970. Bank Bukopin fokus pada segmen Usaha, Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK). Sejak tahun 2008 segmen UMKMK telah dipilah menjadi segmen Perbankan Mikro dan segmen perbankan Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK), Bank Bukopin juga melayani segmen Perbankan Konsumer dan segmen Perbankan Komersial.

Sesuai dengan visi untuk menjadi Bank yang terpercaya dalam pelayanan jasa keuangan, Bank Bukopin didukung oleh jaringan 418 kantor per Maret 2012 yang tersebar di 22 provinsi di seluruh Indonesia serta didukung oleh 347 ATM yang tergabung dengan lebih dari 30.000 jaringan, Plus serta Visa International. Saat ini seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online.

 

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

 

Tantri Wulandari

Sekretaris Perusahaan

PT Bank Bukopin Tbk.

tantriw@bukopin.co.id.

Telp. + 62 21-7988266 ext 1107

Hp.    + 62 816-934964