Bank Bukopin Siap Tampung Dana Tax Amnesty

Jakarta, 20 Juli 2016 – Bank Bukopin siap menampung dana hasil kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) baik yang tersimpan di dalam negeri maupun dana repatriasi dari luar negeri.

Kebijakan Tax Amnesty ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Pengampunan Pajak yang diterbitkan pada 1 Juli 2016 oleh Presiden RI yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Keuangan yang dikeluarkan pada 18 Juli 2016.

Terkait dengan itu, Bank Bukopin telah menandatangani kesanggupan sebagai bank persepsi penampung dana repatriasi dari hasil kebijakan pengampunan pajak.

Direktur Keuangan dan Perencanaan PT Bank Bukopin Tbk Eko R. Gindo, mengungkapkan kriteria penentuan bank persepsi Tax Amnesty didasari dengan pengelompokan Bank BUKU (Bank Umum Kelompok Usaha) III dan IV yang memenuhi ketentuan. Dalam hal ini Bank Bukopin masuk dalam kategori Bank BUKU III.

“Saat ini kami siap menampung dana hasil kebijakan pengampunan pajak baik yang datang dari investor di dalam negeri maupun dari luar negeri,” ujar Eko pada saat press conference yang digelar di Kantor Pusat Bank Bukopin Jakarta (20/07).

Direktur Pengembangan Bisnis dan Teknologi Informasi PT Bank Bukopin, Tbk. Adhi Brahmantya mengatakan saat ini Bank Bukopin telah mempersiapkan infrastruktur untuk mengelola dana pengampunan pajak tersebut.

“Bank Bukopin akan membuka layanan di 26 kantor cabang yang tersebar di beberapa wilayah, dari Indonesia Barat sampai dengan Indonesia bagian Timur,” jelasnya.

Adhi menjelaskan masing-masing Bank yang telah menyatakan kesanggupannya untuk menjadi gateway wajib memiliki fasilitas produk atau layanan lock up selama tiga tahun. Atas syarat tersebut, maka Bank Bukopin mengambil langkah strategis dengan mengembangkan dan menyiapkan instrumen yang cocok untuk menampung dana repatriasi tersebut, diantaranya produk deposito dengan tenor 3 tahun, Reksadana dan Surat Utang Jangka Menengah (Medium Term Notes).

Selain dapat mendorong pertumbuhan perekonomian nasional, bagi Bank Bukopin, dana masyarakat dari kebijakan pengampunan pajak tersebut diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan bisnis Perseroan.

 

Sekilas mengenai Bank Bukopin

Bank Bukopin berdiri pada 10 Juli 1970. Sejalan dengan waktu, Bank Bukopin terus tumbuh dan berkembang hingga masuk ke dalam kelompok bank menengah di Indonesia. Bank Bukopin saat ini menjadi bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen, mikro, UKM, dan konsumer serta didukung oleh segmen komersial.

Per 30 Juni 2016, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan Publik (40,48%).

Hingga periode tersebut Bank Bukopin beroperasi di 23 provinsi, memiliki 42 kantor cabang, 143 kantor cabang pembantu, 133 kantor kas, 75 kantor fungsional (layanan mikro), 27 payment point, serta 8 layanan pickup service.

Seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online. Untuk mendukung layanan ke nasabah, Bank Bukopin juga mengoperasikan 782 mesin ATM. Kartu ATM Bukopin terkoneksi dengan seluruh jaringan ATM BCA Prima, ATM Bersama dan Plus di seluruh Tanah Air.

Sesuai dengan moto ‘Memahami dan Memberi Solusi’, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.

 

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi:

Tantri Wulandari
Sekretaris Perusahan
PT Bank Bukopin, Tbk.
corsec@bukopin.co.id
Telp. + 6221 7988266 ext. 1107
Hp. 0816934964
Rivan A. Purwantono
GM Pengembangan Bisnis
PT Bank Bukopin, Tbk.
rivan@bukopin.co.id
Telp. + 6221 7988266 ext. 1650
Hp. 0816800200