Aset Bank Bukopin Mencapai Rp105,4 triliun

  • Laba sebelum pajak per 31 Desember 2016 sebesar Rp1,4 triliun dan laba sesudah pajak mencapai Rp1,1 triliun.
  • Dana Pihak Ketiga meningkat 10,12% dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi Rp83,9 triliun.
  • Kredit yang diberikan mencapai Rp72,5 triliun, tumbuh 9,74% secara year-on-year.

JAKARTA, 29 Maret 2017 – Melanjutkan trend positif pada tahun 2015, pada tahun 2016 Bank Bukopin terus membukukan pertumbuhan kinerja. Hal tersebut tercermin dari posisi aset Perseroan yang tumbuh hingga mencapai Rp105,4 triliun, meningkat 11,70% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Glen Glenardi menjelaskan pencapaian aset Perseroan menunjukkan bahwa Bank Bukopin berhasil menjaga trend pertumbuhan jangka panjang di tengah situasi makro ekonomi yang masih belum stabil.

“Kami bersyukur sampai dengan akhir 2016 Perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp1,4 triliun, tumbuh 15,14% dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sementara laba bersih Perseroan pada periode yang sama tercatat Rp1,1 triliun. Pencapaian laba bersih Perseroan per 31 Desember 2016 meningkat 13,10% secara year-on-year,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar pada hari ini.

Glen menambahkan pencapaian laba Perseroan hingga 31 Desember 2016 didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 10,12% secara year-on-year menjadi Rp83,9 triliun dan Kredit sebesar 9,74% menjadi Rp72,5 triliun.

Pendapatan operasional lainnya (fee based income) Perseroan pada periode yang sama tumbuh 16,58% menjadi Rp1,4 triliun. Dari sisi kualitas kredit, posisi NPL Net berada di kisaran 2,79%. Posisi CAR hingga akhir tahun 2016 sebesar 15,03%.

Pertumbuhan DPK pada tahun 2016 didorong oleh kenaikan deposito sebesar 7,63% menjadi Rp55,2 triliun dan CASA sebesar 15,25% menjadi Rp28,6 triliun.

Di sisi lain, pertumbuhan kredit mencapai 9,74% menjadi Rp72,5 triliun dibandingkan dengan posisi Desember 2015 yang mencapai Rp66 triliun. Pertumbuhan kredit ini didukung oleh pertumbuhan sektor ritel yang terdiri dari Mikro, UKM, dan Konsumer.

Dia juga menjelaskan dari total kredit ritel yang disalurkan, segmen Mikro tumbuh sebesar 26,11%, segmen UKM sebesar 9,41%, dan segmen konsumer sebesar 10,78% secara year-on-year.

Pada periode yang sama, penyaluran kredit Komersial Bank Bukopin tumbuh sebesar 4,42%.

-Selesai-


Sekilas mengenai BankBukopin

Bank Bukopin berdiri pada 10 Juli 1970. Sejalan dengan waktu, Bank Bukopin terus tumbuh dan berkembang hingga masuk ke dalam kelompok bank menengah di Indonesia. Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen Mikro, UKM, dan Konsumer serta didukung oleh segmen Komersial.

Per 31 Desember 2016, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan Publik (40,48%).

Hingga periode tersebut Bank Bukopin beroperasi di 23 provinsi, memiliki 43 kantor cabang, 170 kantor cabang pembantu, 126 kantor kas, 75 kantor fungsional (layanan mikro), 36 payment point, serta 8 layanan pickup service.

Seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online. Untuk mendukung layanan kepada nasabah, Bank Bukopin juga mengoperasikan 862 ATM. Kartu ATM Bukopin terkoneksi dengan seluruh jaringan Prima, ATM Bersama dan Plus di seluruh Tanah Air.

Sesuai dengan moto ‘Memahami dan Memberi Solusi’, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.

 

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Tantri Wulandari
Sekretaris Perusahaan
PT Bank Bukopin Tbk
corsec@bukopin.co.id | investor.relations@bukopin.co.id
Telp. + 6221-7988266 ext. 1107
Hp. + 62816934964